Kayu memiliki banyak manfaat sesuai dengan kegunaannya bagi manusia. Kayu buatan dapat Anda temukan dengan mudah seiring berkembangnya teknologi industri kayu. Olahan kayu yang sering kita jumpai dapat berupa kayu lapis atau triplek, dan papan partikel. Namun, apakah kayu buatan memiliki fungsi yang sama? Simak penjelasan dibawah.

1. Particle Board

Kayu olahan ini terbuat dari beberapa kumpulan potongan-potongan kecil serutan kayu, bubuk dan serat kayu ini disebut Particle Board atau Low Density Fiberboard (LDF). Bahan ini dibuat dengan mencampurkan resin sintetis serta bahan pengikat lainnya yang kemudian ditekan dan diekstrusi menjadi lembaran-lembaran. Low Density Fiberboard (LDF) ini memiliki tingkat kepadatan berkisar antara 160-450 kg/meter kubik.

Berat material bahan ini lebih ringan karena ketebalannya dibawah 3 mm, sehingga ketahanannya cukup rendah. Walaupun bentuknya  lebih padat, Particle Board lebih cocok digunakan di dalam ruangan karena bahannya yang tipis akan rentan hancur jika terkena air. Anda bisa menggunakan bahan ini untuk kebutuhan interior, furnitur, flooring dan yang lainnya. Dari segi harga, particle board lebih terjangkau dibandingkan bahan kayu lainnya.

2. MDF

Setelah itu, terdapat kayu MDF atau Medium Density Fiberboard. Ini merupakan material buatan berbasis kayu yang dibuat dengan menggabungkan potongan serat-serat kayu dengan resin dan sejenis lilin. Campuran ini kemudian dipadatkan dan diberi tekanan. Tingkat kepadatan kayu ini lebih tinggi daripada Particle Board, yakni berkisar antara 500-1000 kg/meter kubik.

Kayu MDF umumnya dijual dalam bentuk lembaran menyerupai triplek atau papan dengan ukuran standar 1220 x 2440 mm dengan ketebalan yang beragam. Meskipun bentuk kayu ini menyerupai LDF, kepadatan kayu ini tergolong medium sehingga tidak mudah patah dan bengkok. Tak jarang bahan ini digunakan untuk pembuatan bahan baku furnitur.

3. Plywood

Plywood atau Triplek terbuat dari lembaran kayu dengan ukuran tertentu yang dilapisi oleh finir kemudian ditumpuk dalam jumlah ganjil dan direkatkan dengan perekat khusus dalam tekanan tinggi. Bahan ini memiliki ketebalan yang beragam. Umumnya, plywood terdiri dari 3 lapis hingga 9 lapis yang biasa disebut multiply.

Plywood yang sering dijumpai biasanya berbahan dasar kayu meranti dan kayu sengon. Pemilihan kayu tersebut tidak asal saja, tetapi kayu tersebut memang terbilang kuat dan solid untuk dijadikan triplek. Bahan ini dapat digunakan untuk furniture dan bahan penunjang interior rumah.

4. Blockboard

Blockboard atau yang biasa disebut Triplek Meranti ini merupakan salah satu triplek terkuat karena dibuat dengan tiga lapisan susunan kayu yang berbeda. Ukuran triplek meranti seperti standar ukuran triplek pada umumnya, yakni ukuran 1220×2440 mm.

Lapisan dalamnya yang tebal biasanya terbuat dari kayu akasia atau kayu meranti sehingga triplek ini tidak dapat dilengkungkan.Lapisan luar bahan ini dilapisi oleh veneer kayu yang halus dan mengkilap sehingga cocok untuk dijadikan meja, rak buku maupun kitchen set.

5. Melaminto

Triplek melaminto ini merupakan salah satu triplek yang seringkali disebut decorative plywood karena berguna untuk mempercantik papan kayu. Dinamakan melaminto karena permukaan triplek jenis ini dilapisi bahan polyester dan juga melamin. Campuran dari dua bahan tersebut menjadikan triplek ini memiliki warna dan tekstur licin. Triplek jenis ini sering digunakan untuk membuat whiteboard juga kitchen set.

Umumnya, triplek yang sering digunakan di Indonesia adalah triplek berbahan kayu jabon, kayu sengon, dan kayu meranti. Karakteristik material triplek lebih baik dari batang pohon yang memiliki batang bulat. Hal tersebut dikarenakan batang bulat lebih meminimalisir kayu yang terbuang saat proses pembuatan triplek.


Distributor Triplek menyediakan triplek dengan bahan kayu sengon dan kayu meranti. Anda bisa segera menghubungi kami untuk melakukan pemesanan.

×